GURU KAMI

GURU KAMI - Syeikh Burhanuddin Akbar Zamani Al‑Qodiri An‑Naqsyabandiyyi Al‑Husaini Q.S

Latar Kelahiran & Nasab

Beliau lahir sebagai Habib  Ridwan bin  Ja’far bin  Alwi bin  Muhammad bin  Ahmad bin  Abdullah bin  Tholib bin Ali bin Hasan bin  Ali (Shohib Mashad) bin  Hasan bin  Abdullah bin  Al‑Quthb Husain bin  Al Quthb Anfas Al‑Habib Umar bin Abdurrohman Al Aththas bin  Aqil bin  Salim bin  Abdullah bin  Abdurrahman bin  Abdullah bin  Abdurrahman as-Seqqaf bin  Muhammad Maulad Dawilah bin  Ali Maulad Dark bin  Alwy al‑Ghayyur bin  Al‑Faqih Al‑Muqaddam Muhammad bin  Ali Ba’alawy bin  Muhammad Shahib Marbath bin  Alwy Khali’ Qatsam bin  Alwy bin  Muhammad bin  Alwy Ba’Alawy bin  Ubaidullah bin  Ahmad al‑Muhajir bin Isa ar‑Rumi bin  Muhammad an‑Naqib bin  Ali al‑Uraydi bin  Ja’far Shadiq bin  Muhammad al‑Baqir bin  Ali Zainal Abidin bin  Husein as‑Sibth bin  Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah az‑Zahra binti Rasulullah Muhammad ﷺ.

Nasab ini menunjukkan kelanggengan garis Sayyid Alawiyyin beliau, yang tersambung langsung kepada Rasulullah ﷺ, melalui Imam Husain ﷺ.


Pendidikan Pesantren & Akademik

  • Pondok Pesantren Darul Qolam – mendalami ilmu syariah, tasawuf, dan qira’ah.
  • Pondok Pesantren Sirnarasa – memperkukuh pendidikan sanad fikih dan suluk tarekat.
  • S2 PsikologiBinus University Jakarta – sebagai landasan dalam membimbing spiritual dan psikologis modern.

Riwayat Spiritual & Mandat Khirḳoh

Dari kesaksian murid yang hadir di majelis beliau:

“Saat aku masih SMP, aku bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ, lalu Syaikh ‘Abdul Qadir al‑Jailani dan Syeikh Khwaja Bahauddin Naqsyabandiyyi. Mereka memberi tugas kemursyidan. Setelah itu aku cerita kepada GURU BELIAU, dan beliau menguatkan itu dengan ijazah serta mandat resmi.”
(disebutkan oleh murid murid beliau dalam pengajian, 15  April  2024)

Dalam ajaran Islam, mimpi bertemu Rasulullah ﷺ dianggap otentik karena setan tidak bisa menyerupai beliau. Riwayat tersebut menunjukkan bahwa mandat kemursyidan beliau berasal dari pengalaman spiritual dan disahkan oleh gurunya secara resmi.


Nama Ruh & Amanah Ilahi

Syeikh Burhanuddin Akbar Zamani Al‑Qodiri An‑Naqsyabandiyyi Al‑Husaini Qaddasallahu Sirrahu

Nama ruh ini memiliki makna maqam, tanggung jawab zaman, penyatuan tarekat Qodiriyah–Naqsyabandiyah, dan akar nasab Husaini—menegaskan posisi kewalian beliau.


Kiprah & Pembinaan

Beliau membimbing secara intensif:

  • Majelis dzikir & ta’lim ruhani
  • Kelas suluk dan murāqabah
  • Membimbing ratusan murid melalui wejangan dan doa
  • Menghasilkan karya spiritual: Mutiara AbahSiratan HatiIsyarat dari Fuad

Pemimpin & Pembina Majelis Taklim

Abah Bandi bukan hanya seorang mursyid, tetapi juga aktif memimpin majelis yang kaya tradisi keilmuan dan spiritual. Dalam Majelis Ta’lim Maulidun Nabi, beliau tampil sebagai pengisi rutin dzikir, shalawat, dan tausiyah. Di Majelis Gabungan Kota Tangerang, Abah Bandi mengambil peran penting sebagai pembina, menyalurkan nasehat yang menyejukkan dan menguatkan tali ukhuwah antar-ulama dan jamaah.


Ciri Dakwah & Kalam Hikmah

Beberapa kalam beliau yang menyentuh:

“Yang kau cari di luar, ada di dalam. Tapi kau terus berjalan, tanpa pernah diam.”
“Cahaya mursyid bukan untuk disembah. Ia hanya lentera agar kau tak tersesat pulang.”
“Allah tak jauh. Tapi egomu terlalu tebal.”


Warisan & Amanah Zaman

Abah Bandi tampil sebagai mursyid zaman modern—melalui media pengajian digital dan tatap muka langsung beliau tak mencari popularitas, melainkan membentuk insan yang sadar akan kehadiran Allah dalam dirinya.


Penutup

Dalam diri beliau tergambar sosok mursyid yang tidak sekadar mentransfer ilmu, tapi menghidupkan jiwa dalam cinta Ilahi. Bagi para pencari, beliau adalah lentera spiritual di tengah gelapnya zaman.

Add your Comment