Karomah di Atas Langit Bali: Sebuah Ujian Keyakinan

Perjalanan menuju Bali kali itu tak hanya diwarnai kebahagiaan karena akan bertemu guru, tapi juga menyimpan sebuah ujian yang tak kalah mendebarkan. Saat pesawat sudah bersiap mendarat, posisinya masih di atas lautan Bali yang biru. Tiba-tiba, suara keras menggelegar dari luar badan pesawat, seperti ada sesuatu yang menghantam atau memukulnya dengan dahsyat. Guncangan pun terasa, membuat suasana di kabin mendadak tegang.

Jantungku berdegup kencang, rasa takut mulai merayap. Saat itu, aku sudah pasrah sepenuhnya kepada Allah. Dalam kepanikan yang melanda, yang terlintas di benakku hanyalah satu nama: Pangersa Abah Bandi QS. Dengan segenap keyakinan, aku berdoa memohon pertolongan Allah, menyebut nama guruku, berharap keberkahan dan karomah beliau menjadi perantara.

Dan, keajaiban itu kembali terjadi. Hanya dalam hitungan detik, pesawat yang tadinya bergetar dan mengeluarkan suara aneh, langsung kembali normal. Seolah tidak ada apa-apa yang terjadi sebelumnya, pesawat kemudian mendarat dengan sempurna di landasan. Rasa syukur yang tak terhingga memenuhi hatiku. Ini adalah karomah Abah yang kedua kalinya kurasakan, sebuah bukti nyata betapa Allah menjaga hamba-Nya melalui perantara wali-Nya.

Peristiwa ini menjadi titik balik bagiku. Sejak saat itu, keyakinanku terhadap kebenaran ajaran dan karomah Abah semakin kuat. Pengalaman ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang betapa dekatnya seorang guru mursyid dengan Allah, hingga doanya dikabulkan dan pertolongan-Nya datang melalui cara yang tak terduga. Ini adalah pelajaran berharga tentang keikhlasan dan tawakal, serta pengingat bahwa di balik kesulitan, selalu ada jalan keluar yang tak terduga jika kita berserah diri kepada-Nya dan mengikuti bimbingan guru yang mursyid.

Kisah ini hanyalah satu dari sekian banyak karomah yang pernah kusaksikan dan kurasakan selama mengikuti bimbingan Pangersa Abah Bandi QS. Setiap pengalaman menguatkan keyakinanku, membimbingku untuk semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta memurnikan niatku dalam meniti jalan spiritual.

Add your Comment