Kisah ini bukan dari saya pribadi, tapi dari seorang saudara seperjalanan ruhani saya, bernama Aldy.
Waktu itu Aldy baru saja lulus sekolah. Tapi seperti banyak anak muda lain yang sedang berjuang, ia menghadapi satu masalah yang sangat berat: tidak punya biaya untuk menebus ijazah sekolahnya. Sekolah tidak memberikan ijazah karena ada tunggakan administrasi. Tanpa ijazah itu, ia tidak bisa melamar kerja dan tidak bisa melanjutkan pendidikan. Praktis, masa depannya seakan tertahan hanya karena selembar kertas.
Ia datang ke berbagai tempat untuk mencari solusi, sampai akhirnya ia datang ke Pangersa Abah Bandi QS. Dalam keadaan bingung dan hampir putus asa, ia mengadu dan meminta nasihat.
Dengan tenang, Pangersa hanya berkata,
“Sudah, langsung saja kamu ke sekolah. InsyaAllah akan diberi.”
Aldy sempat ragu. Bagaimana mungkin? Bukankah masih ada tunggakan? Tapi ia mematuhi dan datang ke sekolah seperti yang diperintahkan.
Dan… Masya Allah…
Di luar logika, tanpa ditagih sepeser pun, pihak sekolah langsung menyerahkan ijazahnya.
Tidak ada penjelasan panjang. Tidak ada syarat tambahan. Seolah-olah semua urusan telah lunas dibayar oleh tangan yang tak terlihat.
Aldy keluar dari sekolah sambil gemetar. Ia menatap ijazah itu lama sekali, masih tak percaya. Yang baru saja terjadi bukan sekadar keajaiban administratif, tapi pertolongan Allah yang nyata melalui karomah mursyid sejati.
Catatan Penulis:
Banyak dari kita berpikir bahwa pertolongan hanya datang dari kerja keras, uang, dan relasi. Tapi kadang, Allah cukupkan segalanya hanya dengan sekilas isyarat dari kekasih-Nya. Kisah Aldy adalah salah satu dari banyak bukti bahwa jalan Allah tidak pernah buntu, apalagi bagi mereka yang istiqamah bersama guru ruhani yang lurus dan bersambung sanadnya.
Semoga kisah ini membuka hati pembaca bahwa hidup tidak selalu harus dihitung dengan logika semata. Ada ruang untuk keajaiban yang datang melalui wasilah orang-orang yang dekat kepada-Nya.