Ada masa dalam hidup saya di mana tubuh saya benar-benar jatuh. Sakit yang saya rasakan waktu itu sangat berat. Tubuh menggigil, kepala pusing luar biasa, perut mual, muntah-muntah, dan bahkan terasa seperti gejala “turun bero”—sebuah kondisi yang di masyarakat sering dikaitkan dengan saraf atau pergeseran urat yang sangat menyakitkan.
Saya sudah mencoba banyak cara.
Pijat di beberapa tempat, berobat ke klinik, bahkan terapi tradisional. Tapi hasilnya nol. Tubuh saya masih lemah, kepala masih berputar, dan mual tak kunjung reda. Hari demi hari saya hanya terbaring, menahan sakit dengan pasrah. Dalam hati saya hanya bisa istighfar.
Sampai akhirnya, saya dibawa ke Guru Agung saya, Pangersa Abah Bandi QS—yang dikenal juga sebagai Habib Ridwan Alatas.
Saat saya sampai, Abah langsung menyambut saya dengan senyum lembutnya. Beliau tidak banyak bicara, hanya menatap saya dalam. Lalu perlahan, beliau memegang tubuh saya, memijat dengan penuh kelembutan, dan kemudian mendoakan saya. Tidak ada ritual aneh. Tidak ada bacaan keras-keras. Tapi ada ketenangan yang tiba-tiba masuk ke tubuh dan hati saya.
Dan Masya Allah…
Setelah itu, hanya dalam dua hari, saya sembuh total.
Padahal sebelumnya sudah berminggu-minggu saya kesana kemari mencari pengobatan. Tapi dengan izin Allah, melalui tangan dan doa seorang mursyid sejati, tubuh saya pulih seperti tidak pernah sakit.
Saya tidak ingin berlebihan. Tapi saya juga tidak bisa menyangkal kenyataan. Di saat semua usaha lahiriah tidak memberikan hasil, justru barakah dari seorang guru ruhani mampu menyembuhkan saya.
Catatan Penulis:
Saya tidak menulis ini untuk memuja manusia, tapi untuk mengajak siapa pun yang membaca agar tidak menutup mata terhadap pertolongan Allah yang bisa datang dari jalan yang tidak biasa. Termasuk dari mursyid yang memang telah Allah pilih sebagai perantara rahmat-Nya.
Semoga yang membaca kisah ini diberi kekuatan saat sedang diuji sakit, dan menemukan jalan penyembuhan yang benar-benar datang dari-Nya.