Karomah yang Menyertai Hingga Pintu Rumah: Lanjutan Perjalanan Pulang Bersama Doa Mursyid
Setelah semua keajaiban yang saya alami dalam perjalanan dari rumah Pangersa Abah Bandi QS menuju Merak, saya kira semuanya sudah selesai.
Tapi ternyata… karomah beliau masih terus menyertai, sampai ke kampung halaman saya di Lampung.
Tiba di Bakau, Tapi Tak Ada Kendaraan
Saya dan keluarga akhirnya tiba di Pelabuhan Bakauheni.
Karena merasa lega, kami sempat beristirahat sejenak sambil makan mie.
Anak juga mulai terlihat lelah, tapi saya tetap bersyukur sudah tiba sejauh ini.
Namun… ketika saya mulai mencari kendaraan lanjutan, tak satu pun mobil atau bus yang tersedia menuju arah kampung saya.
Saya coba tanya-tanya, hasilnya nihil.
Biasanya memang harus naik kendaraan ke kota dulu, lalu ganti angkot atau mobil kecil dua kali untuk bisa sampai ke rumah.
Di tengah kebingungan itu, saya hanya bisa berkata lirih dalam hati,
“Abah, mohon maaf… mobil tidak ada. Saya bawa anak kecil. Tolong ya Abah…”
Datanglah Sebuah Mobil Innova Reborn
Tidak lama berselang, seorang pria menghampiri saya dan bertanya, “Ke arah T ya?”
Saya kaget. Kok bisa tahu?
Saya jawab, “Betul, Pak.”
Tanpa banyak bicara, beliau langsung mengajak kami naik.
Mobilnya Innova Reborn—bersih, dingin, nyaman.
Dan yang paling mengagetkan… hanya kami bertiga yang naik. Tidak ada penumpang lain.
Diantar Sampai Depan Rumah
Sepanjang perjalanan saya hanya diam.
Banyak hal berkecamuk di dalam hati.
Saya tidak dimintai biaya tambahan. Tidak harus menunggu penumpang lain. Tidak perlu repot ganti kendaraan.
Mobil itu mengantar kami langsung sampai depan rumah.
Padahal, secara normal, itu hampir mustahil.
Biasanya, untuk sampai ke rumah:
- Saya harus naik bus ke kota.
- Lalu ganti mobil kecil sekali atau dua kali.
- Dan harus jalan kaki cukup jauh.
Tapi kali ini… semuanya seolah disiapkan. Dipermudah. Dilancarkan.
Doa Mursyid yang Menjadi Sayap Tak Terlihat
Di depan rumah, sambil menatap ke langit, saya hanya bisa berkata dalam hati:
“Ya Allah… sungguh, ini karena Engkau. Dan karena Engkau ridha kepada mursyidku.”
Pangersa Abah Bandi QS, mursyidku, bukan orang biasa.
Beliau adalah wali Allah sejati.
Karomahnya bukan sekadar “keajaiban”, tapi rasa aman dan tercukupi yang terus-menerus hadir dalam setiap langkah kami.
Sampai hari ini saya tidak tahu siapa sebenarnya bapak pengemudi Innova itu.
Saya tak menyimpan nomor atau tanya namanya.
Tapi saya tahu… doa mursyid adalah kendaraan ruhani yang mengantar kami pulang.